Teknik Pengangkatan Sidik Jari Pada Permukaan Plastik dan Kertas
Dalam dunia investigasi kriminal, identifikasi personal melalui daktiloskopi tetap menjadi metode yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang permanen dan unik pada setiap individu. Salah satu tantangan teknis yang sering dihadapi oleh tim identifikasi di lapangan adalah melakukan pengangkatan sidik jari pada berbagai jenis material yang memiliki karakter permukaan berbeda. Plastik yang bersifat non-poros dan kertas yang bersifat poros membutuhkan pendekatan kimia serta fisik yang sangat spesifik agar guratan halus sidik jari tetap utuh dan dapat terbaca secara jelas oleh sistem identifikasi otomatis kepolisian.
Prosedur pengangkatan sidik jari pada permukaan plastik biasanya melibatkan teknik dusting atau penggunaan bubuk magnetik. Karena plastik tidak menyerap keringat atau minyak tubuh, residu sidik jari tetap berada di atas permukaan sebagai lapisan tipis yang lembap. Petugas akan menyapukan bubuk halus dengan kuas bulu unta secara perlahan hingga pola garis-garis jari muncul secara kontras. Setelah pola terlihat jelas, sidik jari tersebut akan “diangkat” menggunakan plester bening khusus (lifting tape) untuk dipindahkan ke kartu identifikasi. Teknik ini sangat efektif untuk mengamankan bukti pada botol kemasan, kantong plastik, hingga barang-barang elektronik yang menjadi barang bukti di TKP.
Berbeda dengan plastik, pengangkatan sidik jari pada media kertas memerlukan proses kimiawi karena kertas memiliki pori-pori yang menyerap cairan keringat. Salah satu metode yang paling populer adalah penggunaan cairan Ninhydrin. Zat kimia ini akan bereaksi dengan asam amino yang tertinggal dalam sidik jari dan mengubah warnanya menjadi ungu tua atau merah muda setelah melalui proses pemanasan. Keunggulan metode ini adalah kemampuannya mengungkap jejak sidik jari yang sudah berumur berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pada dokumen, surat kaleng, atau uang kertas, yang tidak mungkin bisa dimunculkan hanya dengan menggunakan bubuk konvensional.
Selain itu, terdapat teknik canggih bernama Cyanoacrylate Fuming atau penggunaan uap lem super yang sering diaplikasikan untuk pengangkatan sidik jari pada permukaan plastik yang melengkung atau tidak rata. Dalam sebuah wadah tertutup, uap lem ini akan menempel pada kelembapan sidik jari dan mengeras menjadi lapisan polimer putih yang sangat kuat. Lapisan ini melindungi sidik jari agar tidak mudah terhapus saat dibawa ke laboratorium forensik untuk analisis lebih lanjut. Sinergi antara teknologi kimia dan ketelitian personel di lapangan menjadi faktor penentu apakah sebuah bukti sidik jari dapat dijadikan alat bukti yang sah atau justru rusak karena penanganan yang salah.
