Upaya Kepolisian Mendamaikan Konflik Tawuran Antar Sekolah Anarkis
Langkah preventif terus dilakukan oleh jajaran aparat melalui Upaya Kepolisian Mendamaikan ketegangan yang sempat pecah di tengah kota. Masalah ini bermula dari adanya gesekan kecil antar kelompok remaja saat jam pulang sekolah yang kemudian membesar menjadi aksi lempar batu di jalan raya. Warga sekitar sempat merasa terganggu dan takut untuk melintasi area tersebut karena banyaknya massa yang berkumpul dengan emosi yang meluap-luap. Polisi bergerak cepat melakukan penyekatan di beberapa titik perbatasan sekolah guna mencegah massa tambahan yang ingin ikut campur dalam pertikaian tersebut.
Tindakan mediasi diambil untuk menghentikan Konflik Tawuran Antar Sekolah yang dinilai sudah mengarah pada tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum. Petugas kepolisian memanggil para kepala sekolah, perwakilan guru, hingga tokoh masyarakat untuk duduk bersama di markas kepolisian setempat. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa akar permasalahan hanyalah kesalahpahaman di media sosial yang dipicu oleh oknum provokator dari luar lingkungan pendidikan. Polisi menekankan bahwa kekerasan fisik tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan justru akan merusak masa depan para siswa yang terlibat dalam catatan kriminal kepolisian.
Keberhasilan dalam Upaya Kepolisian Mendamaikan dua kelompok besar ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menangani kenakalan remaja secara humanis. Polisi mengimbau agar pihak sekolah lebih aktif melakukan pengawasan terhadap kegiatan siswanya terutama saat jam-jam rawan transisi kepulangan. Kejadian yang sempat mencekam ini menjadi pelajaran penting bahwa provokasi sekecil apa pun di dunia maya bisa berdampak nyata pada kerusuhan di dunia nyata. Keamanan wilayah Ambon harus dijaga bersama-sama agar generasi muda bisa fokus belajar tanpa harus terjebak dalam lingkaran dendam antar kelompok yang tidak berujung.
Tindakan tegas tetap diberlakukan bagi mereka yang terbukti menjadi otak di balik Konflik Tawuran Antar Sekolah yang mengakibatkan kerusakan kendaraan warga. Polisi melakukan pendataan identitas terhadap para siswa yang terjaring razia untuk kemudian diberikan pembinaan khusus bersama orang tua mereka masing-masing. Penegakan aturan mengenai jam malam bagi pelajar juga akan diperketat kembali guna meminimalisir adanya perkumpulan liar yang berpotensi memicu keributan baru. Pihak kepolisian tidak akan ragu melakukan proses hukum sesuai undang-undang jika ditemukan adanya penggunaan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya dalam aksi tersebut.
